PUP

( Pendewasaan Usia Perkawinan )

Apa itu PUP?

PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) merupakan upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama yakni minimal 21 Tahun untuk perempuan dan minimal 25 Tahun untuk laki-laki. Hal ini sesuai anjuran dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) karena pada umur sekian dianggap sudah matang dari segi fisik,psikologis,hingga segi finansial.

Setiap remaja perlu memiliki perencanaan untuk melakukan dan menerapkan PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) dengan cara menunda perkawinan sampai batas usia minimal siap untuk berkeluarga, mengusahakan kehamilan pertama terjadi pada usia yang cukup dewasa, dan menunda kehamilan anak pertama bila terjadi perkawinan dini. Berdasarkan hal tersebut sangatlah penting bagi remaja untuk menerapkan PUP karena dapat dilihat dari beberapa aspek yang dipengaruhi Seperti :

  1. Aspek Kesehatan

Remaja yang melangsungkan pernikahan di bawah usia minimal yang telah dianjurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yakni minimal 21 tahun bagi perempuan dan minimal 25 tahun bagi laki-laki dapat mengalami beberapa resiko terutama bagi remaja perempuan yakni risiko pada saat kehamilan maupun persalinan. Hal ini dikarenakan kondisi fisik remaja yang belum siap dan matang.

  1. Aspek Ekonomi

Dalam membangun sebuah keluarga tentunya harus memiliki perencanaan yang matang salah satunya dari segi finansial ( ekonomi ). Banyaknya permasalahan yang timbul dalam keluarga salah satunya diakibatkan karena permasalahan ekonomi yang menjadii sumber ketidakharmonisan dalam sebuah keluarga. Maka untuk menghindari hal tersebut sangatlah penting bagi setiap remaja untuk melakukan PUP agar memiliki kesiapan yang lebih matang dan terencana salah satunya dalam aspek ekonomi.

  1. Aspek Psikologis

Pada usia remaja tingkat emosionalnya masih dikatakan labil atau belum stabil. Jika remaja memutuskan untuk melangsungkan pernikahan di bawah usia yang dianjurkan maka hal ini mampu memicu timbulnya persoalan di dalam keluarga dan memungkinkan terjadi banyaknya pertengkaran. Oleh karena itu,sangatlah penting bagi setiap remaja untuk menikah dengan penuh perencanaan salah satunya dengan menerapkan PUP agar memiliki kesiapan utamanya dari aspek psikologis.

  1. Aspek Pendidikan

PUP atau Pendewasaan Usia Perkawinan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi remaja untuk memperoleh pendidikan dan merencanakan masa depannya dengan lebih baik. Dengan pengetahuan yang cukup maka dapat menjadi bekal untuk menghadapi setiap permasalahan yang muncul dalam keluarga sehingga dapat terwujud Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

  1. Aspek Kependudukan

melalui program pup atau pendewasaan usia perkawinan diharapkan m mampu memberikan dampak positif pada terkendalinya jumlah atau kuantitas penduduk. semua muda untuk melangsungkan pernikahan maka potensi masa reproduksi lebih panjang sehingga mampu mengakibatkan tingginya potensi fertilitas.


Selain itu,juga terdapat persiapan yang perlu dilakukan menjelang pernikahan antara lain :

  1. Pemeriksaan Kesehatan Pranikah

tujuannya yakni untuk mengetahui sejak dini penyakit pada calon pengantin sehingga mampu mengambil keputusan dengan bijak. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain yakni pemeriksaan laboratorium seperti Hb,Golongan Darah,Rhesus,Pemeriksaan IMS melalui sample darah,hingga tes HIV/AIDS.

  1. Persiapan Gizi

Calon pengantin perlu meningkatkan status kesehatan dan status gizi agar terhindar dari KEK (Kurang Energi Kronis) dan juga anemia. Selain itu,hal ini juga bertujuan untuk mempersiapkan kondisi fisik yang baik untuk kedepannya.

  1. Imunisasi Tetanus

Guna untuk keselamatan dan perlindungan diri terhadap penyakit tetanus maka dilakukan imunisasi Toxoid (TT) sebanyak 5 kali. Waktunya yakni : TT 1 (0 bulan),TT 2 (1 bulan setelah TT1),TT3 (6 bulan setelah TT2),TT4 (12 bulan setelah TT3),TT5 (12 bulan setelah TT4).

  1. Lain-lain

Perlu diperhatikan juga mengenai pemakain NAPZA karena hal ini dapat mempengaruhi kesehatan perempuan,terutama pada saat kehamilan.